Connect with us

Pemerintahan

Jelang HUT RI, Calon Paskibraka Kota Sukabumi Dibekali Mental dan Jiwa Kepemimpinan

Published

on

SUKABUMI, PASUNDANUPDATE.COM – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, puluhan calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Sukabumi mendapat pembekalan mental, wawasan kebangsaan, dan motivasi dari Wakapolres Sukabumi Kota, Kompol Fajri Anbiyaa, di Aula Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Sukabumi, para pembina, pelatih, serta puluhan calon anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Dalam sambutannya, Kompol Fajri Anbiyaa menyampaikan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah terpilih sebagai calon anggota Paskibraka. Menurutnya, mereka merupakan putra-putri terbaik Kota Sukabumi yang dipercaya mengemban tugas kenegaraan.

“Adik-adik adalah generasi terbaik Kota Sukabumi yang telah melalui proses seleksi. Tugas mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih adalah amanah besar yang harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Jadikan setiap proses latihan sebagai pembentuk karakter, mental yang kuat, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan,” ujar Fajri.

 

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang anggota Paskibraka tidak hanya diukur dari kesuksesan saat bertugas pada upacara 17 Agustus, tetapi juga dari sikap dan perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap nantinya kalian tidak hanya sukses menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi juga menjadi pelopor ketertiban, keselamatan berlalu lintas, serta duta kamtibmas di tengah masyarakat. Tunjukkan bahwa Paskibraka adalah generasi muda yang mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.

Selain memberikan motivasi, Wakapolres mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kondisi fisik selama menjalani pemusatan latihan. Ia meminta para calon anggota Paskibraka menjaga pola makan bergizi, beristirahat dengan cukup, serta tetap menjaga kekompakan dan disiplin.

“Jaga kesehatan, ikuti seluruh arahan pelatih, dan tetap kompak selama menjalani latihan. Dengan persiapan yang maksimal, saya yakin kalian mampu menjalankan tugas negara dengan baik dan membanggakan Kota Sukabumi. Tetap semangat, karena kalian adalah calon pemimpin bangsa di masa depan,” pungkasnya.

 

Melalui pembekalan tersebut, diharapkan para calon anggota Paskibraka tidak hanya siap secara fisik dan mental menghadapi tugas pengibaran Bendera Merah Putih, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemerintahan

Bukan Sekadar Akses Warga, Jembatan Prima Jantake Kini Hadirkan Keceriaan Anak-anak di Sungai Cimandiri

Published

on

PASUNDANUPDATE.COM, SUKABUMI – Gelak tawa anak-anak memecah suasana di bawah Jembatan Gantung Prima Jantake, Desa Sasagara, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2026).

Mereka berenang dan bermain air di aliran Sungai Cimandiri tepat di bawah jembatan bersejarah yang baru saja diresmikan.

Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Di atas jembatan, warga bergantian berswafoto dan menikmati panorama Sungai Cimandiri. Sementara di bawah, anak-anak memanfaatkan air sungai yang jernih untuk berenang bersama teman-temannya.

Jembatan Gantung Prima Jantake diresmikan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo bersama Bupati Sukabumi Aep Japar bertepatan dengan momentum Hari Bhayangkara ke-80.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan tingginya antusiasme masyarakat terlihat sejak jembatan selesai dibangun. Banyak warga yang datang mengunjungi lokasi, terutama pada pagi dan sore hari selama masa libur sekolah.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat meresmikan Jembatan Gantung Prima Jantake. Semoga jembatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak yang berangkat sekolah, petani yang mengangkut hasil pertanian, hingga masyarakat yang membutuhkan akses cepat menuju rumah sakit dalam kondisi darurat,” kata Sentot.

Ia menambahkan, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penghubung masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata baru.

“Kawasan di sekitar Sungai Cimandiri sangat potensial dikembangkan menjadi lokasi arung jeram hingga spot swafoto yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Anak-anak Tengah Berenang di Bawah Jembatan Jantake Sungai Cimandiri

Sementara itu, Bupati Sukabumi Aep Japar mengapresiasi Polres Sukabumi Kota yang telah membangun kembali Jembatan Prima Jantake melalui program Hari Bhayangkara ke-80.

Menurut Aep, jembatan yang dibangun sejak tahun 1922 pada masa kolonial Belanda itu memiliki peran strategis karena menghubungkan Desa Sasagara dan Desa Bojonglongok, sekaligus menjadi akses penting bagi masyarakat di Kecamatan Kebonpedes, Nyalindung, dan Gegerbitung.

“Jembatan ini sangat luar biasa manfaatnya. Selain memperlancar distribusi hasil pertanian, juga memudahkan anak-anak menuju sekolah dan mempercepat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Aep.

Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun jembatan tersebut hanya mendapat perbaikan sementara.

“Alhamdulillah melalui program Hari Bhayangkara ke-80 Polres Sukabumi Kota, jembatan ini akhirnya dibangun kembali secara permanen sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ucapnya.

Kini, selain kembali menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat, Jembatan Gantung Prima Jantake juga menghadirkan wajah baru kawasan Sungai Cimandiri.

Keceriaan anak-anak yang berenang di bawah jembatan dan ramainya warga menikmati pemandangan menjadi gambaran bahwa lokasi tersebut mulai tumbuh menjadi destinasi wisata keluarga di Kabupaten Sukabumi.

Continue Reading

Olahraga

Dua Atlet RIAP Sabet Dua Sabuk Bergengsi, Founder H. Dadang Terima Penghargaan Kapolres Sukabumi Kota

Published

on

PASUNDANUPDATE.COM SUKABUMI – Camp Bos Rumah Inspirasi Alus Pisan (RIAP) menorehkan prestasi membanggakan pada momentum Hari Bhayangkara ke-80. Dua atlet binaannya sukses membawa pulang dua sabuk bergengsi pada ajang Sukabumi Nyerenteng Day Volume II.

Sementara Founder RIAP, H. Dadang Kuswandi, menerima penghargaan dari Kapolres Sukabumi Kota atas dedikasinya dalam pembinaan generasi muda.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Rabu (1/7/2026).

Dua atlet yang mengharumkan nama Sukabumi itu adalah Mohamad Ramdan (20) yang sukses merebut Sabuk Kapolres Sukabumi Kota usai memenangi partai utama (main event), serta Rahmat Saepuloh (18) yang tampil sebagai peraih Sabuk Rumah Inspirasi setelah menunjukkan penampilan impresif di atas ring.

Tak hanya prestasi atlet, penghargaan juga diberikan kepada Founder RIAP, H. Dadang Kuswandi. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Polres Sukabumi Kota atas dedikasi dan kontribusinya dalam pembinaan sumber daya manusia (SDM) serta dukungan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui berbagai kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan, Sukabumi Nyerenteng Day Volume II bukan sekadar ajang pertandingan bela diri, tetapi menjadi wadah pembinaan karakter, sportivitas, dan persaudaraan bagi para atlet muda.

“Mari sama-sama menjunjung tinggi sportivitas dan kondusivitas. Tampilkan kemampuan terbaik di atas ring, namun setelah pertandingan kita tetap berkawan. Jadikan ajang ini sebagai sarana meraih prestasi sekaligus mempererat persaudaraan,” ujar Sentot.

Ia menilai olahraga bela diri mampu membentuk disiplin, mental, dan karakter generasi muda sehingga diharapkan lahir lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sukabumi di tingkat yang lebih tinggi.

“Kami berharap semakin banyak atlet muda yang berkembang dan membawa nama baik daerah melalui prestasi yang diraih,” katanya.

Sementara itu, Founder RIAP H. Dadang Kuswandi mengaku bersyukur atas capaian dua atlet binaannya yang berhasil membawa pulang dua sabuk bergengsi.

“Alhamdulillah, Mohamad Ramdan berhasil meraih Sabuk Kapolres Sukabumi Kota dan Rahmat Saepuloh menjadi peraih Sabuk Rumah Inspirasi. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para atlet, pelatih, dan seluruh tim yang selama ini konsisten melakukan pembinaan,” ujar Dadang.

Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan RIAP berjalan ke arah yang positif. Ia memastikan RIAP akan terus mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi muda melalui olahraga bela diri.

“Kami ingin olahraga bela diri menjadi wadah pembinaan karakter yang mampu menjauhkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan berbagai bentuk kenakalan remaja. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan mengukir prestasi,” pungkasnya.

Continue Reading

Echo Chamber

KUMARA LEMAH KARUHUN: Menjawab Seruan Gubernur Jabar, Seni Pertunjukan Jadi Sekolah Karakter dan Kecerdasan Majemuk Generasi Muda

Published

on

Sukabumi, 21 Mei 2026 – Dalam arus deras transformasi digital yang perlahan menggeser ruang interaksi nyata anak-anak, muncul kegelisahan besar dari berbagai kalangan. Generasi masa kini semakin kehilangan tontonan yang sejatinya menjadi tuntunan. Di saat yang bersamaan, wacana kuat yang digaungkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengenai urgensi memasukkan teater ke dalam sistem pendidikan sekolah sebagai pilar utama penguatan karakter, kini menemukan jawaban nyata dan bukti konkret.

Pasukan kumara melakukan formasi orai-orain saat latihan gabungan

Jawaban itu hadir megah dalam wujud KUMARA Lemah Karuhun: The Last Guardian, sebuah drama musikal budaya kolosal yang tidak hanya hadir untuk menghibur, melainkan juga telah teruji melalui kajian akademik sebagai media pembentukan karakter sekaligus peningkatan kecerdasan majemuk anak bangsa.

Penggagas sekaligus sutradara KUMARA, Indra Gandara, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa gagasan menjadikan seni pertunjukan sebagai media strategis pendidikan karakter sejatinya bukanlah hal baru baginya. Sejak tahun 2018, jauh sebelum wacana ini menjadi pembahasan publik secara luas, Indra telah konsisten menjalankan proses kreatif mendalam bersama anak-anak dan berbagai komunitas seni, membuktikan bahwa panggung adalah ruang hidup paling efektif untuk menumbuhkan kualitas manusia seutuhnya.

Kini, melalui KUMARA, visi besar tersebut direalisasikan dalam skala yang jauh lebih luas, lebih terstruktur, dan lebih berdampak bagi masyarakat Jawa Barat bahkan Indonesia.

“Keresahan kita sama, anak-anak hari ini banyak terpapar konten yang tidak menyentuh rasa, tidak membangun empati, dan melemahkan hubungan sosial. Di sisi lain, Bapak Gubernur Dedi Mulyadi telah mengingatkan kita semua bahwa teater dan seni pertunjukan harus masuk ke sekolah karena di situlah akar karakter dibentuk. Kami di KUMARA menyambut gagasan mulia ini bukan sekadar dengan kata-kata, tetapi dengan karya dan bukti nyata yang telah kami kaji secara ilmiah bertahun-tahun,” ungkap Indra Gandara di sela-sela latihan gabungan besar yang melibatkan tujuh komunitas seni dan lebih dari 120 pemain di Mardiyuana Cikembar, Kamis.

Yang menjadikan gerakan KUMARA istimewa dan berbeda dari pertunjukan seni biasa adalah landasan ilmiah yang kokoh. Indra Gandara menambahkan, seluruh konsep yang dibangun dalam KUMARA, khususnya yang berbasis pada kaulinan barudak Sunda atau permainan tradisional, telah melalui serangkaian riset mendalam dan kajian akademik dengan hasil yang luar biasa.

Data dan pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa seni pertunjukan yang dikemas melalui pendekatan permainan rakyat tidak hanya berfungsi melestarikan budaya, melainkan juga memiliki dampak signifikan dalam menguatkan fondasi karakter anak sekaligus meningkatkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences) secara menyeluruh.

“Kajian kami membuktikan, saat anak-anak terlibat dalam proses ini, mereka tidak hanya belajar berakting atau bergerak. Melalui kaulinan barudak yang kami hidupkan kembali dengan nilai baru, kecerdasan linguistik, logika-matematis, spasial, kinestetik, musikal, antarpribadi, intrapribadi, hingga kecerdasan naturalis berkembang secara bersamaan, alami, dan menyenangkan. Ini adalah metode pendidikan paling lengkap yang dimiliki leluhur kita, dan kami buktikan secara akademik bahwa metode ini jauh lebih efektif membentuk manusia cerdas dan berkarakter dibandingkan sekadar pembelajaran satu arah,” jelas Indra sebagai akademisi.

Pemeran Wira dan Nini Hejo

Dalam KUMARA Lemah Karuhun, pendekatan ini diterapkan secara utuh. Pertunjukan tersebut memadukan seni peran, musik etnik, tarian, seni bela diri pencak silat, tata artistik, serta nilai-nilai ekologis dan kearifan lokal dalam satu kesatuan narasi yang kuat.

Di sini, anak-anak tidak diposisikan sekadar sebagai penampil latar, melainkan sebagai subjek utama yang memaknai setiap gerakan dan cerita. Nilai kebersamaan, kejujuran, keberanian, sportivitas saat kalah, rasa syukur saat menang, hingga rasa hormat kepada alam dan leluhur ditanamkan melalui pengalaman hidup di atas panggung.

Konsep ini sangat sejalan dengan visi Gubernur Jawa Barat yang berulang kali menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya mencetak anak yang pintar secara akademik, tetapi kosong secara budaya dan karakter.

“Teater adalah laboratorium kehidupan terbaik karena di sana anak belajar merasakan apa yang dirasakan orang lain, belajar memimpin, belajar bekerja sama, dan belajar menjadi manusia yang beradab,” ujarnya.

Lebih jauh, Indra Gandara menegaskan bahwa KUMARA hadir bukan sekadar sebagai tontonan seni, melainkan sebuah gerakan kebudayaan besar. Gerakan ini berupaya mengembalikan panggung pertunjukan pada fungsi aslinya, yakni sebagai ruang tumbuh kembang imajinasi, ruang pendidikan nilai, dan ruang pembentuk kesadaran kolektif bagi generasi masa depan.

Dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana — kini Dana Indonesia Raya — serta pengelolaan pendanaan oleh LPDP semakin mengukuhkan bahwa negara menaruh harapan besar pada pendekatan ini sebagai model pemajuan kebudayaan berbasis pendidikan karakter.

“Pesan leluhur kami sampaikan kembali: ‘Lain kudu balik ka baheula, tapi geus wayah malikkeun pikir.’ Kita tidak perlu kembali hidup di masa lalu, tetapi kita harus mengembalikan cara berpikir bahwa kemajuan dan teknologi tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri. Seni pertunjukan berbasis budaya adalah jembatan emasnya,” tambah Indra.

Melihat antusiasme peserta latihan yang datang dari berbagai usia dan latar belakang, serta dukungan luas dari masyarakat dan sekolah, KUMARA Lemah Karuhun yang akan digelar pada 14 Juni 2026 mendatang di Gedung Juang Kota Sukabumi, pukul 16.00 WIB dan 19.00 WIB, diprediksi akan menjadi tonggak sejarah baru.

Pertunjukan ini menjadi bukti bahwa seruan pemimpin untuk menjadikan seni sebagai tulang punggung pendidikan karakter telah dijawab dengan karya agung yang siap melahirkan generasi cerdas, berbudi luhur, dan mencintai akar budayanya sendiri.

Bagi Indra Gandara dan timnya, ini baru permulaan.

“Setelah Sukabumi, model ini harus menyebar ke seluruh Jawa Barat dan Indonesia agar setiap anak bangsa mendapatkan haknya untuk tumbuh menjadi manusia yang tidak hanya pintar otaknya, tetapi juga kaya hatinya dan kuat karakternya,” pungkasnya.

Continue Reading

Favorit

Copyright © 2026 pasundanupdate.com.