Connect with us

Headline

MPLS Berbasis Karakter, SMK Mihadunal Ula Sukabumi Bekali Siswa Edukasi Keselamatan Berkendara

Published

on

SUKABUMI, PASUNDANUPDATE.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Mihadunal Ula, Kampung Tanjungsari, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, dikemas dengan konsep berbeda pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, para siswa baru juga mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan berlalu lintas dan pencegahan kenakalan remaja.

Kegiatan yang berlangsung di bawah bimbingan Pembina OSIS SMK Mihadunal Ula ini menghadirkan Polsek Kebonpedes sebagai narasumber dengan materi “Keamanan Berkendaraan dan Keselamatan Berlalu Lintas serta Kenakalan Remaja Tingkat Usia SLTA dalam Berkendara.”

Pembina OSIS SMK Mihadunal Ula, Dini Aprinati, mengatakan materi tersebut dipilih karena persoalan keselamatan berkendara dan kenakalan remaja masih menjadi tantangan yang dihadapi kalangan pelajar. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama mereka mengikuti kegiatan belajar.

“Melalui MPLS ini kami tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga ingin membentuk karakter peserta didik. Kami berharap siswa memahami pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas, mengutamakan keselamatan saat berkendara, serta memiliki kesadaran untuk selalu bertindak disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dini Aprinati.

Ia menambahkan, pembentukan karakter juga dilakukan dengan mengajak siswa menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat berdampak pada masa depan mereka.

“Kami ingin seluruh peserta didik menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja seperti balap liar, tawuran, perundungan, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, maupun pergaulan yang dapat merusak masa depan mereka. Harapan kami, lulusan SMK Mihadunal Ula tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, taat hukum, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tambahnya.

Dalam penyuluhan tersebut, personel Polsek Kebonpedes memberikan pemahaman mengenai aturan berkendara, fungsi rambu-rambu lalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI, hingga larangan mengendarai kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM). Para siswa juga diingatkan mengenai bahaya balap liar serta konsekuensi hukum dari berbagai pelanggaran lalu lintas.

Kapolsek Kebonpedes, Iptu Jajat Munajat, mengatakan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan MPLS merupakan langkah preventif untuk menanamkan kesadaran hukum kepada para pelajar sejak dini.

“Kami berharap para siswa memahami bahwa keselamatan berlalu lintas dimulai dari kedisiplinan diri sendiri. Jangan mengendarai kendaraan apabila belum memenuhi persyaratan, seperti belum memiliki SIM atau belum cukup usia. Patuhi rambu-rambu lalu lintas, gunakan helm berstandar SNI, dan hindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” kata Jajat.

Ia juga mengingatkan para siswa agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi melanggar hukum.

“Kami mengajak seluruh siswa untuk menjauhi balap liar, tawuran, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, perundungan, serta pergaulan negatif lainnya. Jadilah pelajar yang berprestasi, disiplin, dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas serta menjaga nama baik sekolah, keluarga, dan diri sendiri,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Dukung Ketahanan Pangan Nasional Polsek Cisaat Sukabumi Kota Panen 6 Ton Jagung Hibrida

Published

on

Saat Anggota Polsek Cisaat Sukabumi Kota Meninjau Persiapan Panen Jagung

PASUNDANUPDATE.COM, SUKABUMI – Polsek Cisaat, Polres Sukabumi Kota, melaksanakan panen jagung hibrida di lahan non-Lahan Baku Sawah (Non-LBS) seluas satu hektare di Kampung Gentong RT 22/RW 07, Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Cisaat, Kompol Yanto Sudiarto, didampingi personel Polsek Cisaat bersama Kelompok Tani (Poktan) Kayu Manis yang diketuai Ujang.

Panen tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Ketahanan Pangan Nasional melalui pemanfaatan lahan produktif dan pendampingan kepada kelompok tani di wilayah.

Lahan jagung hibrida yang dipanen memiliki luas sekitar satu hektare dan telah ditanam sejak 14 Februari 2026. Dari hasil panen tersebut, diperkirakan menghasilkan sekitar enam ton jagung hibrida.

Kapolsek Cisaat, Kompol Yanto Sudiarto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

“Melalui pendampingan kepada kelompok tani dan pemanfaatan lahan produktif, kami berharap hasil panen ini dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” ujar Yanto.

Menurutnya, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan di daerah.

“Selain mendukung ketersediaan pangan, program tersebut juga diharapkan mampu mendorong produktivitas pertanian dan pemanfaatan lahan yang selama ini belum optimal,” Tutupnya (Mil).

Continue Reading

Echo Chamber

UKM Seni Nusa Putra Jadi Peraih Penghargaan Terbanyak di Harmoni Budaya Festival 2026

Published

on

Pasundanupdate.com. – SUKABUMI ,Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Universitas Nusa Putra, Lisensi, tampil sebagai peraih penghargaan terbanyak dalam ajang Harmoni Budaya Festival 2026. Acara yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026 tersebut diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Vokasi IPB Sukabumi melalui Departemen Seni dan Budaya.

Dalam kompetisi yang diikuti lebih dari 300 peserta dari 12 perguruan tinggi se-Jabodetabek dan Jawa Barat itu, delegasi Universitas Nusa Putra sukses membawa pulang lima penghargaan dari tiga kategori lomba utama, yakni musik, karya visual, dan tari.

Prestasi tersebut diraih melalui penampilan gemilang mahasiswa Universitas Nusa Putra di berbagai cabang perlombaan. Pada kategori Solo Vokal, Xena Levina Br. Siregar berhasil meraih Juara 1, sementara Nabila Syahputri memperoleh Juara 2.

Di kategori Poster Digital, Cristian Cahayadi sukses meraih Juara 3 melalui karya visual yang dinilai memiliki kekuatan pesan budaya dan nilai estetika tinggi.

Sementara itu, kategori tari menjadi penyumbang penghargaan terbanyak bagi Lisensi. Grup Tari Swarnadewi berhasil meraih Juara 1 dengan penampilan memukau yang mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri. Kelompok tersebut beranggotakan Mukhti Aulia Nazar, Aliza Ainun Salsabila, Intan Apriliani, Ruaida, dan Ayu Sri Mulyani.

Tak kalah membanggakan, Grup Tari Raspati juga sukses meraih Juara 3 berkat kekompakan tim dan kualitas gerak yang dinilai kuat selama penampilan. Grup ini terdiri atas Indah Nursyafitri, Az Zahra Khoirunnisha, Meli Amelia, Putri Noviar, dan Farisa Oktavia Sumantri.

Keberhasilan dua kelompok tari tersebut melengkapi capaian Lisensi yang tahun ini berhasil membawa pulang total lima penghargaan sekaligus. Hasil itu menempatkan UKM Seni Universitas Nusa Putra sebagai salah satu kontingen paling menonjol dalam festival seni mahasiswa tersebut.

Koreografer Divisi Tari Lisensi, Sekaligus kepala bidang pendidikan dan kebudayaan Di Yayasan Bumi Karuhun Kadudampit (YBKK), Indra Gandara, S.Pd., M.Pd., mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan panjang dan kerjasama solid seluruh anggota tim.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi mahasiswa melalui seni. Yang terpenting bukan hanya hasil yang diperoleh, tetapi juga proses pembelajaran, disiplin, dan kolaborasi yang terbangun selama persiapan,” ujar Indra.

Menurutnya, proses persiapan karya tari dilakukan secara bertahap melalui latihan rutin, penyempurnaan koreografi, hingga evaluasi berbagai aspek pertunjukan.

Dalam proses pembinaan, Indra didampingi oleh asisten koreografer Zein. Keduanya terlibat aktif dalam pengembangan konsep karya hingga pendampingan peserta selama masa persiapan dan pelaksanaan kompetisi.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Viranie Dwi Monikawatie, M.Pd., selaku Pembina UKM Seni Universitas Nusa Putra. Ia menilai kegiatan seni mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan kolaborasi mahasiswa.

“Partisipasi dalam festival seni menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran sekaligus memperluas wawasan melalui interaksi dengan peserta dari berbagai latar belakang institusi,” tambah Viranie.

Sementara itu, Ketua Panitia Harmoni Budaya Festival 2026, Rizky Pratama, memberikan apresiasi terhadap kualitas penampilan seluruh peserta, khususnya delegasi Universitas Nusa Putra.

“Standar penampilan tahun ini sangat tinggi. Penampilan dari UKM Seni Nusa Putra menjadi salah satu yang terbaik, baik dari segi kedalaman makna karya maupun kualitas teknis pertunjukan. Mereka layak menyandang predikat kontingen dengan perolehan penghargaan terbanyak tahun ini,” ungkap Rizky.

Harmoni Budaya Festival 2026 sendiri digelar sebagai wadah apresiasi bagi mahasiswa yang memiliki minat dan kemampuan di bidang seni dan budaya. Melalui berbagai kategori lomba yang diselenggarakan, peserta memperoleh kesempatan untuk menampilkan karya kreatif dalam bentuk pertunjukan maupun karya visual.

Bagi Lisensi, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengembangkan kegiatan seni di lingkungan kampus. Selain berfokus pada prestasi, organisasi ini juga mendorong mahasiswa menjadikan seni sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pembentukan karakter.

Perolehan lima penghargaan sekaligus menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa Universitas Nusa Putra dalam melestarikan dan mengembangkan seni, mulai dari musik, seni visual, hingga seni pertunjukan.

Dengan hasil tersebut, UKM Seni Universitas Nusa Putra menutup partisipasinya di Harmoni Budaya Festival 2026 dengan catatan sangat positif. Lima penghargaan yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta, tetapi juga mencerminkan komitmen organisasi dalam mendukung pengembangan seni dan budaya di kalangan generasi muda Indonesia.

Continue Reading

Headline

Bedah Buku “Menunggu dan Mati Waktu Luang”: Ruang Konsolidasi Perlawanan Ojol di Sukabumi

Published

on

Pansundanupdate.com, SUKABUMI — Perlawanan pengemudi ojek online (ojol) hari ini tidak lagi semata berbicara soal tarif dan insentif. Lebih dari itu, gerakan kolektif ojol telah berkembang menjadi kesadaran bersama tentang siapa yang mengendalikan kerja, aplikasi, hingga kehidupan para pengemudi.

Kesadaran tersebut akan menjadi fokus dalam kegiatan bedah buku berjudul “Menunggu dan Mati Waktu Luang”yang akan digelar pada 14 April 2026 di Kota Sukabumi.

Melalui bunga rampai tulisan para pengemudi ojol, buku ini mengungkap bagaimana praktik eksploitasi terbentuk dalam sistem kerja berbasis aplikasi, bagaimana perlawanan tumbuh dari pengalaman sehari-hari, serta mengapa perjuangan ojol hari ini perlu melampaui batas hukum menuju ranah ekonomi-politik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang belajar bersama untuk mempertajam cara pandang terhadap persoalan ojol yang semakin kompleks.

Acara ini akan menghadirkan para penulis sekaligus pelaku langsung dalam gerakan ojol, di antaranya:

  • Ahmad Supendi, Ketua Serikat Demokrasi Pengemudi Indonesia (SDPI)
  • Linawati, Anggota SDPI
  • Renny Sondari, Aktivis ojol Sukabumi

Selain itu, diskusi juga akan diperkaya oleh tanggapan dari akademisi dan pegiat gerakan demokrasi serta Hak Asasi Manusia, yaitu:

  • Nurhikmat, SH, Direktur LBH Sukabumi Officium Nobile
  • Rozak Daud, SH, Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Sukabumi

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi gerakan ojol sekaligus membuka ruang dialog lintas sektor dalam memperjuangkan kesejahteraan pengemudi.

Acara akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: 14 April 2026
Waktu: 13.00 WIB – selesai
Tempat: Warkop Kusbick, Jl. Sriwidari No.50, Gunungpuyuh, Kota Sukabumi

Penyelenggara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut hadir dan meramaikan diskusi ini.

“Jangan sampai ketinggalan. Ini bukan sekadar bedah buku, tapi ruang untuk memahami dan memperkuat perjuangan bersama,” ujar panitia.

Salam satu aspal. ✊

#pasundanupdate

Continue Reading

Favorit

Copyright © 2026 pasundanupdate.com.