Headline
Bedah Buku “Menunggu dan Mati Waktu Luang”: Ruang Konsolidasi Perlawanan Ojol di Sukabumi
Pansundanupdate.com, SUKABUMI — Perlawanan pengemudi ojek online (ojol) hari ini tidak lagi semata berbicara soal tarif dan insentif. Lebih dari itu, gerakan kolektif ojol telah berkembang menjadi kesadaran bersama tentang siapa yang mengendalikan kerja, aplikasi, hingga kehidupan para pengemudi.
Kesadaran tersebut akan menjadi fokus dalam kegiatan bedah buku berjudul “Menunggu dan Mati Waktu Luang”yang akan digelar pada 14 April 2026 di Kota Sukabumi.
Melalui bunga rampai tulisan para pengemudi ojol, buku ini mengungkap bagaimana praktik eksploitasi terbentuk dalam sistem kerja berbasis aplikasi, bagaimana perlawanan tumbuh dari pengalaman sehari-hari, serta mengapa perjuangan ojol hari ini perlu melampaui batas hukum menuju ranah ekonomi-politik.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang belajar bersama untuk mempertajam cara pandang terhadap persoalan ojol yang semakin kompleks.
Acara ini akan menghadirkan para penulis sekaligus pelaku langsung dalam gerakan ojol, di antaranya:
- Ahmad Supendi, Ketua Serikat Demokrasi Pengemudi Indonesia (SDPI)
- Linawati, Anggota SDPI
- Renny Sondari, Aktivis ojol Sukabumi
Selain itu, diskusi juga akan diperkaya oleh tanggapan dari akademisi dan pegiat gerakan demokrasi serta Hak Asasi Manusia, yaitu:
- Nurhikmat, SH, Direktur LBH Sukabumi Officium Nobile
- Rozak Daud, SH, Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Sukabumi
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi gerakan ojol sekaligus membuka ruang dialog lintas sektor dalam memperjuangkan kesejahteraan pengemudi.
Acara akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: 14 April 2026
Waktu: 13.00 WIB – selesai
Tempat: Warkop Kusbick, Jl. Sriwidari No.50, Gunungpuyuh, Kota Sukabumi
Penyelenggara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut hadir dan meramaikan diskusi ini.
“Jangan sampai ketinggalan. Ini bukan sekadar bedah buku, tapi ruang untuk memahami dan memperkuat perjuangan bersama,” ujar panitia.
Salam satu aspal. ✊
#pasundanupdate
Headline
MPLS Berbasis Karakter, SMK Mihadunal Ula Sukabumi Bekali Siswa Edukasi Keselamatan Berkendara
SUKABUMI, PASUNDANUPDATE.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Mihadunal Ula, Kampung Tanjungsari, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, dikemas dengan konsep berbeda pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, para siswa baru juga mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan berlalu lintas dan pencegahan kenakalan remaja.
Kegiatan yang berlangsung di bawah bimbingan Pembina OSIS SMK Mihadunal Ula ini menghadirkan Polsek Kebonpedes sebagai narasumber dengan materi “Keamanan Berkendaraan dan Keselamatan Berlalu Lintas serta Kenakalan Remaja Tingkat Usia SLTA dalam Berkendara.”
Pembina OSIS SMK Mihadunal Ula, Dini Aprinati, mengatakan materi tersebut dipilih karena persoalan keselamatan berkendara dan kenakalan remaja masih menjadi tantangan yang dihadapi kalangan pelajar. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama mereka mengikuti kegiatan belajar.
“Melalui MPLS ini kami tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga ingin membentuk karakter peserta didik. Kami berharap siswa memahami pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas, mengutamakan keselamatan saat berkendara, serta memiliki kesadaran untuk selalu bertindak disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dini Aprinati.
Ia menambahkan, pembentukan karakter juga dilakukan dengan mengajak siswa menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat berdampak pada masa depan mereka.
“Kami ingin seluruh peserta didik menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja seperti balap liar, tawuran, perundungan, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, maupun pergaulan yang dapat merusak masa depan mereka. Harapan kami, lulusan SMK Mihadunal Ula tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, taat hukum, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tambahnya.
Dalam penyuluhan tersebut, personel Polsek Kebonpedes memberikan pemahaman mengenai aturan berkendara, fungsi rambu-rambu lalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI, hingga larangan mengendarai kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM). Para siswa juga diingatkan mengenai bahaya balap liar serta konsekuensi hukum dari berbagai pelanggaran lalu lintas.
Kapolsek Kebonpedes, Iptu Jajat Munajat, mengatakan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan MPLS merupakan langkah preventif untuk menanamkan kesadaran hukum kepada para pelajar sejak dini.
“Kami berharap para siswa memahami bahwa keselamatan berlalu lintas dimulai dari kedisiplinan diri sendiri. Jangan mengendarai kendaraan apabila belum memenuhi persyaratan, seperti belum memiliki SIM atau belum cukup usia. Patuhi rambu-rambu lalu lintas, gunakan helm berstandar SNI, dan hindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” kata Jajat.
Ia juga mengingatkan para siswa agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi melanggar hukum.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk menjauhi balap liar, tawuran, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, perundungan, serta pergaulan negatif lainnya. Jadilah pelajar yang berprestasi, disiplin, dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas serta menjaga nama baik sekolah, keluarga, dan diri sendiri,” pungkasnya. (Red)
Headline
Dukung Ketahanan Pangan Nasional Polsek Cisaat Sukabumi Kota Panen 6 Ton Jagung Hibrida
PASUNDANUPDATE.COM, SUKABUMI – Polsek Cisaat, Polres Sukabumi Kota, melaksanakan panen jagung hibrida di lahan non-Lahan Baku Sawah (Non-LBS) seluas satu hektare di Kampung Gentong RT 22/RW 07, Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Cisaat, Kompol Yanto Sudiarto, didampingi personel Polsek Cisaat bersama Kelompok Tani (Poktan) Kayu Manis yang diketuai Ujang.
Panen tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Ketahanan Pangan Nasional melalui pemanfaatan lahan produktif dan pendampingan kepada kelompok tani di wilayah.
Lahan jagung hibrida yang dipanen memiliki luas sekitar satu hektare dan telah ditanam sejak 14 Februari 2026. Dari hasil panen tersebut, diperkirakan menghasilkan sekitar enam ton jagung hibrida.
Kapolsek Cisaat, Kompol Yanto Sudiarto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
“Melalui pendampingan kepada kelompok tani dan pemanfaatan lahan produktif, kami berharap hasil panen ini dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” ujar Yanto.
Menurutnya, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan di daerah.
“Selain mendukung ketersediaan pangan, program tersebut juga diharapkan mampu mendorong produktivitas pertanian dan pemanfaatan lahan yang selama ini belum optimal,” Tutupnya (Mil).
Echo Chamber
UKM Seni Nusa Putra Jadi Peraih Penghargaan Terbanyak di Harmoni Budaya Festival 2026
-
Hukum4 months agoSidang ke-5 Gugatan Wakaf, Aktivis Tegaskan Ada “Penyelundupan Hukum” dalam Kerja Sama Pemkot Sukabumi–YPPDB
-
Hukum5 months agoDeadlock, Gugatan Wakaf Wali Kota Sukabumi Masuk Tahap Pembacaan Gugatan
-
Echo Chamber2 days agoSutardi Keluar dari PDM Kota Sukabumi
-
Uncategorized4 months ago“Menunggu di Jalan, Melawan di Waktu Luang: Suara Perlawanan Pengemudi Online dari Sukabumi”
-
Editorial6 months agoRamadan 1447 H Jadi Momentum Perubahan Kolektif, Bukan Sekadar Ibadah Personal
-
Echo Chamber2 months agoKUMARA LEMAH KARUHUN: Menjawab Seruan Gubernur Jabar, Seni Pertunjukan Jadi Sekolah Karakter dan Kecerdasan Majemuk Generasi Muda
-
Feature5 months agoAsap Isep Sukabumi, Smoke House Kadudampit yang Tawarkan Sensasi Kuliner Asap dan Konsep Slow Living
-
Echo Chamber2 months agoUKM Seni Nusa Putra Jadi Peraih Penghargaan Terbanyak di Harmoni Budaya Festival 2026



