Connect with us

Sosial

Sinergi Polres Sukabumi Kota dan HDCI, Ojol Dapat Helm Gratis dan Anak Yatim Disantuni

Published

on

PASUNDANUPDATE.COM, SUKABUMI – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Kota Sukabumi hujan aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Puluhan pengemudi ojek online (ojol) serta anak yatim tampak sumringah usai menerima helm gratis dan santunan dalam kegiatan bakti sosial Polres Sukabumi Kota bersama komunitas HDCI Sukabumi, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni peringatan, namun juga bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan pengendara serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Para driver ojol yang setiap hari beraktivitas di jalan raya menerima helm berstandar SNI untuk menunjang keselamatan saat bekerja. Sementara itu, santunan juga diberikan kepada anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut

Saat Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo memberikan Santunan kepada Anak Yatim

Salah satu penerima bantuan, Ewin Cemen (32), mengaku sangat terbantu dengan adanya helm baru yang diberikan. Ia menyebut helm lamanya sudah tidak layak digunakan karena setiap hari untuk mencari nafkah.

“Alhamdulillah sangat senang mendapatkan helm baru. Helm yang saya pakai sekarang sudah mulai kusam karena dipakai setiap hari untuk narik,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa kondisi helm lama kerap dikeluhkan penumpang.

“Kadang saya juga sering dapat komplain dari penumpang, seperti bau dan sudah bolong. Alhamdulillah dengan helm baru ini penumpang jadi lebih nyaman,” tambahnya.

Ketua HDCI Sukabumi, Sri Widagdo, mengatakan Pembagian helm ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan para pengendara, khususnya ojol yang setiap hari berada di jalan.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara.

“Melalui Pembagian helm ini, para pengendara diharapkan semakin disiplin dalam menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara kepolisian dan komunitas otomotif dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Sukabumi Kota bersama HDCI Sukabumi terhadap keselamatan para pengendara, khususnya ojek online,” katanya.

Ia menambahkan bahwa momentum HUT Bhayangkara menjadi pengingat betapa pentingnya berlalu lintas demi keselamatan bersama.

“Melalui momentum HUT Bhayangkara ini, kami ingin memperkuat kesadaran masyarakat agar semakin tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya,” tegasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Olahraga

Cari Bakat Esports Muda, Kapolres Sukabumi Kota Siapkan Jalur Menuju Kapolri Cup

Published

on

PASUNDANUPDATE.COM, SUKABUMI – Polres Sukabumi Kota kembali membuka ruang kompetitif bagi generasi muda melalui Turnamen Esports Kapolres Sukabumi Kota Cup 2026. Ajang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) ini dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026 di Mapolres Sukabumi Kota, bertepatan dengan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80.

Mengangkat tema “Dream To Become Esport Champion”, turnamen ini tidak hanya menjadi arena adu strategi dan kemampuan, tetapi juga bagian dari jalur pembinaan berjenjang menuju kompetisi lebih tinggi dalam program Road to Kapolri Cup 2026.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo menegaskan bahwa esports kini telah berkembang menjadi ruang prestasi baru bagi anak muda yang perlu diarahkan secara positif.

“Kapolres Sukabumi Kota Cup 2026 kami hadirkan sebagai sarana pembinaan, bukan sekadar pertandingan, tetapi juga ruang pengembangan potensi generasi muda di bidang esport,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Ia menambahkan, para juara tidak hanya berhenti di tingkat kota, melainkan akan disiapkan untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.

“Pemenang akan kami dorong untuk mewakili Sukabumi di Kapolda Cup, hingga berlanjut ke Kapolri Cup sebagai bagian dari sistem pembinaan berjenjang,” katanya.

Menurutnya, esports menuntut lebih dari sekadar kemampuan bermain gim, melainkan juga kerja sama tim, komunikasi, disiplin, dan strategi yang matang. Hal ini membuatnya relevan sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda.

Turnamen ini terbuka untuk peserta usia 16–22 tahun, dengan format tim 5 lawan 5 menggunakan sistem single elimination. Peserta di bawah usia 17 tahun wajib menyertakan izin orang tua atau wali.

Panitia juga menetapkan bahwa peserta merupakan pemain non-profesional. Seluruh peserta akan memperoleh e-sertifikat, sementara total hadiah yang diperebutkan mencapai jutaan rupiah, dengan rincian Juara 1 Rp2 juta, Juara 2 Rp1,5 juta, dan Juara 3 Rp500 ribu.

Pendaftaran dibuka gratis mulai 20 hingga 25 Juni 2026.

“Kami berharap ajang ini melahirkan talenta-talenta esports Sukabumi yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional dan membawa nama baik daerah,” pungkasnya.

Continue Reading

Echo Chamber

Warisan Budaya Sukabumi Diterima Luas, Bukti Semangat Melestarikan Jati Diri Bangsa

Published

on

Ppasundanupdate.com|SUKABUMI, 15 Juni 2026 – Pagelaran seni budaya Kumara Lemah Karuhun yang digelar pada 14 Juni 2026 berlangsung dengan lancar dan sukses menyampaikan nilai-nilai kearifan lokal kepada masyarakat. Kesuksesan ini menjadi catatan positif sekaligus bukti nyata bahwa karya budaya daerah tetap mendapat tempat di hati publik.

Para Pemeran Drama Musikal Kumara Lemah Karuhun

Tim Manajemen Produksi, Rivaldi Indra Hapidzin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Menurutnya, pertunjukan berjalan sesuai rencana berkat kerja sama yang solid antara tim produksi, seniman, komunitas kolaborator, relawan, dan seluruh pihak pendukung.

“Secara keseluruhan, acara berjalan lancar sesuai perencanaan. Kami menyadari masih ada beberapa catatan evaluasi, terutama terkait pengaturan arus penonton serta peningkatan fasilitas teknis untuk penyelenggaraan mendatang. Namun, yang terpenting, pesan budaya yang ingin disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat yang hadir,” ujar Rivaldi.

Antusiasme penonton tercatat sangat tinggi hingga memenuhi kuota tempat pertunjukan. Respons positif yang diberikan sepanjang acara menjadi indikator kuat bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki kepedulian dan ketertarikan yang mendalam terhadap karya seni yang berakar pada jati diri bangsa.

“Kami melihat penonton terlibat secara emosional mengikuti setiap alur pertunjukan. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan karya budaya yang relevan, edukatif, sekaligus membangun ruang dialog yang erat dengan masyarakat,” tambahnya.

Rivaldi juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui LPDP yang telah mendukung penuh proses penciptaan karya hingga pelaksanaan pagelaran. Apresiasi yang sama disampaikan kepada seluruh komunitas kolaborator, mitra media, para pendukung kegiatan, serta masyarakat luas yang telah menjadi bagian dari kesuksesan acara ini.

#KumaraLemahKaruhun #WarisanBudayaSukabumi #BudayaSunda #PelestarianBudaya #SeniBudaya #Sukabumi #DanaIndonesiana #LPDP #KementerianKebudayaanRI #JatiDiriBangsa

Continue Reading

Echo Chamber

DUKUNGAN DANA INDONESIANA DAN LPDP SUKSESKAN PENCIPTAAN KARYA KREATIF INOVATIF “KUMARA LEMAH KARUHUN: THE LAST GUARDIAN”

Published

on

Pasundanupdate.com|SUKABUMI – Dukungan Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui LPDP menjadi faktor penting dalam suksesnya penyelenggaraan Penciptaan Karya Kreatif Inovatif “Kumara Lemah Karuhun: The Last Guardian” yang berlangsung di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Karya ini menghadirkan pesan pelestarian budaya, kepedulian lingkungan, serta menempatkan generasi muda sebagai penjaga masa depan peradaban.

Pertunjukan ini mengangkat isu krisis lingkungan, hubungan manusia dengan alam, serta pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bekal bagi generasi masa depan. Melalui tokoh-tokoh anak dalam kelompok Kumara, karya ini menempatkan generasi muda sebagai penjaga terakhir nilai-nilai leluhur di tengah ancaman kerusakan bumi.

Pagelaran Drama Musikal “Kumara Lemah Karuhunn” The Last Guardian

Salah satu kekuatan utama pertunjukan ini adalah keterlibatan anak-anak sebagai pelaku utama karya. Berbagai unsur kaulinan barudak Sunda dihadirkan sebagai bagian penting dari alur cerita, koreografi, musik, dan visual pertunjukan. Permainan tradisional tidak hanya ditampilkan sebagai hiburan, tetapi juga dimaknai sebagai media pendidikan yang mengajarkan kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, strategi, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Sutradara sekaligus pengusul kegiatan, Indra Gandara, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui LPDP atas dukungan penuh yang diberikan sejak proses penciptaan hingga pementasan karya.

Sutradara : Indra Gandara

“Kumara Lemah Karuhun bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga upaya membangun kesadaran budaya dan lingkungan melalui perspektif anak-anak. Dukungan Dana Indonesiana dan LPDP memungkinkan kami mengembangkan gagasan ini menjadi sebuah karya yang melibatkan komunitas, seniman, serta generasi muda dalam proses kreatif yang panjang dan bermakna,” ungkapnya.

Menurut Indra Gandara, kehadiran anak-anak dalam karya ini menjadi simbol harapan sekaligus pengingat bahwa masa depan kebudayaan dan lingkungan berada di tangan generasi yang saat ini sedang tumbuh dan belajar.

Senada dengan hal tersebut, Rivaldi Indra Hapidzin, M.Pd., selaku Tim Manajemen Produksi, menyampaikan bahwa dukungan Dana Indonesiana dan LPDP memberikan ruang bagi tim untuk mengembangkan proses produksi secara lebih maksimal.

“Mulai dari riset, penciptaan karya, pelatihan peserta, hingga pelaksanaan pertunjukan, seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik berkat dukungan yang diberikan. Yang paling membanggakan adalah bagaimana anak-anak tidak hanya menjadi penampil, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan budaya dan lingkungan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Viranie Dwi Monikawatie, M.Pd., selaku Tim Manajemen Produksi, menambahkan bahwa antusiasme penonton menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap karya yang mengangkat budaya lokal dengan pendekatan yang relevan bagi generasi saat ini.

“Melalui pertunjukan ini, kita melihat bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam kaulinan barudak masih sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Respons positif penonton, baik dari akademisi, budayawan, maupun masyarakat umum, menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat dikemas secara kreatif dan tetap memiliki daya tarik yang kuat,” tuturnya.

Melalui terselenggaranya Kumara Lemah Karuhun: The Last Guardian, para pelaksana berharap semangat pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemberdayaan generasi muda yang difasilitasi oleh Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui LPDP dapat terus tumbuh dan menginspirasi lahirnya karya-karya budaya yang inovatif di berbagai daerah di Indonesia.

#DanaIndonesiana #LPDP #KementerianKebudayaanRI #KumaraLemahKaruhun #TheLastGuardian #Sukabumi #BudayaSunda #KaulinanBarudak #PelestarianBudaya #GenerasiMuda #SeniPertunjukan #BudayaIndonesia #LingkunganHidup #KaryaKreatif #PasundanUpdate

Continue Reading

Favorit

Copyright © 2026 pasundanupdate.com.