Feature
Pesona Paseban Fly Resort di Kaki Gunung Gede Pangrango, Destinasi Healing Alam Favorit di Sukabumi
SUKABUMI — Kawasan wisata alam di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat. Salah satunya adalah Paseban Fly Resort, sebuah penginapan bernuansa alam yang berada di kawasan Selabintana, Sudajaya Girang, Kabupaten Sukabumi.
Resort ini dikenal sebagai tempat staycation dan wisata alam yang menawarkan suasana sejuk khas pegunungan karena lokasinya berada di kaki Gunung Gede Pangrango serta masuk kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Foto : Instgaram- Paseban Fly Resort
Destinasi Healing di Tengah Hutan
Dikelilingi vegetasi hutan yang masih asri, Paseban Fly Resort menghadirkan pengalaman menginap yang tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Suasana alam yang dipenuhi suara gemericik sungai dan udara segar menjadikan tempat ini cocok untuk relaksasi maupun liburan keluarga.
Selain menikmati suasana pegunungan, wisatawan juga dapat melakukan berbagai aktivitas seperti trekking, bermain di sungai, hingga mengunjungi Curug Cibeureum yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar satu jam dari lokasi resort.
Beragam Pilihan Akomodasi
Paseban Fly Resort menyediakan berbagai tipe penginapan mulai dari cabin, villa, hingga glamping dan camping ground yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pengunjung.
Area camping ground yang berada dekat sungai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berkemah di alam terbuka dengan fasilitas yang memadai.
Harga penginapan di kawasan ini berkisar mulai dari ratusan ribu rupiah tergantung tipe dan fasilitas yang dipilih, dengan kapasitas yang dapat menampung beberapa orang dalam satu unit.
Akses dan Lokasi Strategis
Paseban Fly Resort berlokasi sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Sukabumi dan dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan kendaraan menuju kawasan wisata Pondok Halimun melalui Jalan Selabintana.
Lokasinya yang berada di kawasan hutan pegunungan menjadikan resort ini memiliki udara yang dingin dan segar sehingga banyak dipilih sebagai destinasi healing maupun staycation.
Potensi Wisata Alam Sukabumi
Keberadaan Paseban Fly Resort menjadi bagian dari potensi wisata alam Sukabumi yang terus berkembang, terutama dalam konsep wisata berbasis alam dan petualangan.
Dengan konsep glamping dan wisata alam, resort ini tidak hanya menawarkan pengalaman menginap tetapi juga memperkenalkan ekowisata berbasis lingkungan yang memanfaatkan keindahan alam secara berkelanjutan.
Kawasan ini juga menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati ketenangan alam tanpa harus melakukan perjalanan jauh dari pusat kota.
Mendorong Ekonomi Pariwisata Lokal
Sebagai destinasi wisata, keberadaan resort ini turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata dan jasa pendukung lainnya.
Pengembangan wisata alam seperti Paseban Fly Resort dinilai mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat citra Sukabumi sebagai daerah tujuan wisata alam di Jawa Barat.
Editorial
Bata Merah Cantayan Tetap Bertahan, UMKM Tradisional yang Menopang Ekonomi Warga
Pasundanupdate.com, SUKABUMI – Aktivitas produksi bata merah di Kecamatan Cantayan, Kabupaten Sukabumi, masih terus berlangsung dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa. Di sejumlah titik, khususnya di Desa Cicantayan dan sekitarnya, usaha ini dijalankan secara turun-temurun oleh warga.
Sejak pagi hari, para pengrajin mulai mengolah tanah liat yang diambil dari lahan sekitar. Tanah tersebut kemudian dicetak menggunakan alat sederhana, lalu dijemur di bawah sinar matahari sebelum masuk ke tahap pembakaran.
Proses produksi masih dilakukan secara tradisional. Dalam kondisi cuaca normal, satu pengrajin mampu mencetak ratusan hingga sekitar seribu bata mentah per hari. Setelah dikeringkan, bata kemudian dibakar selama dua hingga tiga hari hingga siap dipasarkan.

Foto: Istimewa
“Kalau cuaca panas, produksi bisa lancar. Sehari bisa sampai seribu bata, tapi kalau hujan biasanya berkurang,” ujar Asep (45), salah satu pengrajin bata merah di Cantayan.
Menurutnya, usaha bata merah telah menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga di wilayah tersebut. Selain dikelola secara mandiri, kegiatan ini juga melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja, mulai dari proses pencetakan hingga penyusunan bata untuk pembakaran.
“Biasanya satu tempat kerja ada beberapa orang. Ada yang bagian cetak, angkut, sampai bakar,” katanya.
Hasil produksi bata merah dari Cantayan umumnya dipasarkan ke berbagai wilayah di Sukabumi dan sekitarnya. Bata merah masih menjadi pilihan untuk kebutuhan bangunan tertentu karena dinilai memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik.
Meski demikian, para pengrajin mengakui adanya tantangan dalam menjalankan usaha ini. Selain faktor cuaca, persaingan dengan material bangunan modern turut memengaruhi permintaan pasar.
“Sekarang memang banyak bahan lain, tapi bata merah masih tetap ada yang cari,” kata Asep.
Di sisi lain, proses produksi yang masih mengandalkan metode tradisional membuat para pengrajin harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada, termasuk dalam hal efisiensi waktu dan tenaga.
Namun demikian, usaha bata merah di Cantayan tetap bertahan sebagai bagian dari aktivitas ekonomi lokal. Bagi masyarakat setempat, pekerjaan ini bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga bagian dari keseharian yang telah dijalani selama bertahun-tahun.
“Selama masih bisa kerja, kami akan terus produksi,” ujarnya.
Di tengah perkembangan zaman, UMKM bata merah di Cantayan menjadi gambaran nyata bagaimana usaha tradisional tetap hidup dan berkontribusi bagi ekonomi desa.
#Pasundanupdate
Feature
Offroad Salabintana Sukabumi, Sensasi Petualangan Ekstrem di Kaki Gunung Gede Pangrango
Kabupaten Sukabumi – Kawasan Salabintana, Kabupaten Sukabumi, kembali menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi wisata alam dan petualangan. Salah satu aktivitas yang kini semakin diminati wisatawan adalah wisata offroad di kawasan Salabintana, yang menawarkan sensasi berkendara ekstrem di jalur hutan dan perbukitan.
Berlokasi di kaki Gunung Gede Pangrango, wisata offroad Salabintana menghadirkan pengalaman adrenalin dengan pemandangan alam yang masih asri dan udara sejuk pegunungan.

Foto : Istimewa
Jalur Menantang di Tengah Hutan
Offroad Salabintana dikenal memiliki jalur tanah berbatu, lumpur, tanjakan curam, serta turunan tajam yang menantang keterampilan pengemudi. Rute yang dilalui umumnya masuk ke kawasan hutan pinus dan perbukitan dengan panorama hijau yang memanjakan mata.
Pengunjung dapat memilih paket wisata menggunakan kendaraan 4×4 yang telah disediakan operator lokal. Selain untuk individu, wisata ini juga kerap dijadikan kegiatan gathering komunitas, perusahaan, maupun event otomotif.
Salah satu operator lokal menyebutkan bahwa minat terhadap wisata offroad meningkat terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
“Biasanya tamu datang dari Jakarta, Bogor, dan Bandung. Mereka cari pengalaman berbeda, bukan sekadar jalan-jalan biasa,” ujarnya.
Kombinasi Wisata Alam dan Adrenalin
Salabintana memang sudah lama dikenal sebagai kawasan wisata alam. Selain offroad, daerah ini memiliki berbagai destinasi seperti penginapan, camping ground, hingga akses menuju kawasan taman nasional.
Dengan hadirnya aktivitas offroad, pilihan wisata di Salabintana semakin beragam. Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga merasakan langsung tantangan medan alami.
Sensasi melintasi jalur berlumpur dan genangan air menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pecinta otomotif dan petualangan.
Aman dan Didampingi Instruktur
Untuk menjaga keamanan, wisata offroad Salabintana biasanya didampingi pemandu berpengalaman. Kendaraan yang digunakan pun telah dimodifikasi sesuai standar offroad.
Sebelum memulai perjalanan, peserta biasanya mendapatkan pengarahan terkait keselamatan dan teknik dasar menghadapi medan berat.
Hal ini dilakukan untuk memastikan pengalaman tetap seru tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Potensi Wisata Petualangan Sukabumi
Kawasan Salabintana memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat wisata petualangan di Sukabumi. Dengan kondisi geografis berupa perbukitan dan hutan, aktivitas seperti offroad, trekking, dan camping sangat cocok dikembangkan secara terintegrasi.
Pengembangan wisata berbasis alam seperti ini juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari sektor jasa pemandu, penyewaan kendaraan, hingga kuliner dan penginapan.
Jika dikelola secara berkelanjutan dan tetap memperhatikan aspek lingkungan, offroad Salabintana berpeluang menjadi salah satu ikon wisata petualangan unggulan di Jawa Barat.
Feature
Asap Isep Sukabumi, Smoke House Kadudampit yang Tawarkan Sensasi Kuliner Asap dan Konsep Slow Living
Kabupaten Sukabumi – Kabupaten Sukabumi tidak hanya dikenal dengan pesona alamnya yang memukau, tetapi juga mulai berkembang sebagai destinasi wisata kuliner dengan konsep unik. Salah satu tempat yang kini menjadi perbincangan adalah Asap Isep, sebuah smoke house di kawasan Kadudampit yang menghadirkan pengalaman makan berbeda melalui teknik pengasapan tradisional dan filosofi slow living.
Berlokasi di kawasan sejuk kaki Gunung Pangrango, Asap Isep menawarkan lebih dari sekadar sajian makanan. Tempat ini menghadirkan suasana alam terbuka yang tenang, cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan lokal sambil melepas penat dari rutinitas perkotaan.
Mengusung Filosofi Slow Living
Di tengah gaya hidup serba cepat, Asap Isep hadir dengan pendekatan berbeda. Konsep slow living dan slow cooking menjadi identitas utama tempat ini. Setiap menu dimasak dengan proses perlahan menggunakan teknik pengasapan kayu bakar yang membutuhkan waktu cukup lama.
Pengelola Asap Isep menyampaikan bahwa konsep yang mereka usung adalah mengajak pengunjung untuk kembali ke alam dan menikmati momen tanpa tergesa-gesa.
“Pengunjung datang bukan hanya untuk makan, tetapi untuk merasakan suasana dan menikmati prosesnya,” demikian filosofi yang diangkat dalam konsep tempat tersebut.
Dengan latar pepohonan hijau dan udara segar pegunungan, suasana makan menjadi lebih intim dan menenangkan.
Sajian Andalan Smoke House
Sebagai Food lab dengan Dapur terbuka di hutan pangan dengan konsep smoke house, Asap Isep dikenal dengan berbagai menu berbasis teknik pengasapan dan menggunakan bahan lokal. Beberapa menu andalan yang banyak diminati pengunjung antara lain:
- Brisket asap dengan tekstur lembut
- Sop labu asap
- Berbagai salad hutan
Proses pengasapan dilakukan dalam waktu berjam-jam sehingga menghasilkan rasa yang lebih dalam, aroma khas, dan tekstur daging yang empuk.
Selain menu utama, tersedia pula minuman hangat seperti kopi dan teh yang cocok dinikmati dalam suhu sejuk kawasan Kadudampit. Konsep kuliner seperti ini masih tergolong jarang di Sukabumi, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun warga lokal yang ingin mencoba sensasi berbeda.
Suasana Alam yang Menjadi Daya Tarik
Salah satu kekuatan utama Asap Isep terletak pada atmosfernya. Area makan dirancang semi outdoor dengan dominasi material kayu dan sentuhan alami. Pengunjung dapat menikmati pemandangan hijau sambil menyantap hidangan asap.
Fasilitas yang tersedia di kawasan ini meliputi:
- Area makan terbuka dan semi outdoor
- Spot foto dengan latar alam
- Area santai untuk keluarga
- Tempat berkumpul komunitas
- Home Stay
Suasana tersebut menjadikan Asap Isep bukan sekadar restoran, melainkan destinasi wisata kuliner yang menawarkan pengalaman menyeluruh. Tidak jarang tempat ini dipilih sebagai lokasi acara komunitas, makan bersama keluarga besar, hingga pertemuan santai.
Potensi Wisata Kuliner Sukabumi
Kehadiran Asap Isep menjadi bagian dari perkembangan sektor ekonomi kreatif di Sukabumi, khususnya di bidang kuliner. Selama ini, Sukabumi lebih dikenal dengan wisata alam seperti pantai dan pegunungan. Namun, potensi wisata kuliner mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Konsep tematik seperti smoke house dengan pendekatan alami dinilai mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Apalagi lokasinya berada di jalur strategis kawasan Kadudampit yang dikenal berhawa sejuk dan memiliki panorama indah.
Wisata kuliner berbasis pengalaman (experience-based dining) kini menjadi tren. Pengunjung tidak hanya mencari rasa, tetapi juga suasana dan cerita di balik makanan yang disajikan.
Asap Isep menjawab tren tersebut dengan menghadirkan pengalaman makan yang berbeda dari restoran konvensional.
-
Hukum2 months agoDeadlock, Gugatan Wakaf Wali Kota Sukabumi Masuk Tahap Pembacaan Gugatan
-
Hukum2 weeks agoSidang ke-5 Gugatan Wakaf, Aktivis Tegaskan Ada “Penyelundupan Hukum” dalam Kerja Sama Pemkot Sukabumi–YPPDB
-
Editorial2 months agoRamadan 1447 H Jadi Momentum Perubahan Kolektif, Bukan Sekadar Ibadah Personal
-
Headline1 week agoBedah Buku “Menunggu dan Mati Waktu Luang”: Ruang Konsolidasi Perlawanan Ojol di Sukabumi
-
Uncategorized6 days ago“Menunggu di Jalan, Melawan di Waktu Luang: Suara Perlawanan Pengemudi Online dari Sukabumi”
-
Laporan Khusus2 months agoMulai 2026, Penulisan Tempat di Akta Wajib Cantumkan Kabupaten atau Kota
-
Headline2 months agoMomentum HPN 2026, Polres Sukabumi Kota dan PWI Pererat Kolaborasi
-
Editorial2 months agoPotensi Nira dan Gula Aren Desa Gedepangrango Kadudampit Sukabumi Jadi Kekuatan Ekonomi Lokal Berbasis Kearifan Tradisional
