Feature
Offroad Salabintana Sukabumi, Sensasi Petualangan Ekstrem di Kaki Gunung Gede Pangrango
Kabupaten Sukabumi – Kawasan Salabintana, Kabupaten Sukabumi, kembali menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi wisata alam dan petualangan. Salah satu aktivitas yang kini semakin diminati wisatawan adalah wisata offroad di kawasan Salabintana, yang menawarkan sensasi berkendara ekstrem di jalur hutan dan perbukitan.
Berlokasi di kaki Gunung Gede Pangrango, wisata offroad Salabintana menghadirkan pengalaman adrenalin dengan pemandangan alam yang masih asri dan udara sejuk pegunungan.

Foto : Istimewa
Jalur Menantang di Tengah Hutan
Offroad Salabintana dikenal memiliki jalur tanah berbatu, lumpur, tanjakan curam, serta turunan tajam yang menantang keterampilan pengemudi. Rute yang dilalui umumnya masuk ke kawasan hutan pinus dan perbukitan dengan panorama hijau yang memanjakan mata.
Pengunjung dapat memilih paket wisata menggunakan kendaraan 4×4 yang telah disediakan operator lokal. Selain untuk individu, wisata ini juga kerap dijadikan kegiatan gathering komunitas, perusahaan, maupun event otomotif.
Salah satu operator lokal menyebutkan bahwa minat terhadap wisata offroad meningkat terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
“Biasanya tamu datang dari Jakarta, Bogor, dan Bandung. Mereka cari pengalaman berbeda, bukan sekadar jalan-jalan biasa,” ujarnya.
Kombinasi Wisata Alam dan Adrenalin
Salabintana memang sudah lama dikenal sebagai kawasan wisata alam. Selain offroad, daerah ini memiliki berbagai destinasi seperti penginapan, camping ground, hingga akses menuju kawasan taman nasional.
Dengan hadirnya aktivitas offroad, pilihan wisata di Salabintana semakin beragam. Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga merasakan langsung tantangan medan alami.
Sensasi melintasi jalur berlumpur dan genangan air menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pecinta otomotif dan petualangan.
Aman dan Didampingi Instruktur
Untuk menjaga keamanan, wisata offroad Salabintana biasanya didampingi pemandu berpengalaman. Kendaraan yang digunakan pun telah dimodifikasi sesuai standar offroad.
Sebelum memulai perjalanan, peserta biasanya mendapatkan pengarahan terkait keselamatan dan teknik dasar menghadapi medan berat.
Hal ini dilakukan untuk memastikan pengalaman tetap seru tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Potensi Wisata Petualangan Sukabumi
Kawasan Salabintana memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat wisata petualangan di Sukabumi. Dengan kondisi geografis berupa perbukitan dan hutan, aktivitas seperti offroad, trekking, dan camping sangat cocok dikembangkan secara terintegrasi.
Pengembangan wisata berbasis alam seperti ini juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari sektor jasa pemandu, penyewaan kendaraan, hingga kuliner dan penginapan.
Jika dikelola secara berkelanjutan dan tetap memperhatikan aspek lingkungan, offroad Salabintana berpeluang menjadi salah satu ikon wisata petualangan unggulan di Jawa Barat.
Feature
Pesona Paseban Fly Resort di Kaki Gunung Gede Pangrango, Destinasi Healing Alam Favorit di Sukabumi
SUKABUMI — Kawasan wisata alam di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat. Salah satunya adalah Paseban Fly Resort, sebuah penginapan bernuansa alam yang berada di kawasan Selabintana, Sudajaya Girang, Kabupaten Sukabumi.
Resort ini dikenal sebagai tempat staycation dan wisata alam yang menawarkan suasana sejuk khas pegunungan karena lokasinya berada di kaki Gunung Gede Pangrango serta masuk kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Foto : Instgaram- Paseban Fly Resort
Destinasi Healing di Tengah Hutan
Dikelilingi vegetasi hutan yang masih asri, Paseban Fly Resort menghadirkan pengalaman menginap yang tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Suasana alam yang dipenuhi suara gemericik sungai dan udara segar menjadikan tempat ini cocok untuk relaksasi maupun liburan keluarga.
Selain menikmati suasana pegunungan, wisatawan juga dapat melakukan berbagai aktivitas seperti trekking, bermain di sungai, hingga mengunjungi Curug Cibeureum yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar satu jam dari lokasi resort.
Beragam Pilihan Akomodasi
Paseban Fly Resort menyediakan berbagai tipe penginapan mulai dari cabin, villa, hingga glamping dan camping ground yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pengunjung.
Area camping ground yang berada dekat sungai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berkemah di alam terbuka dengan fasilitas yang memadai.
Harga penginapan di kawasan ini berkisar mulai dari ratusan ribu rupiah tergantung tipe dan fasilitas yang dipilih, dengan kapasitas yang dapat menampung beberapa orang dalam satu unit.
Akses dan Lokasi Strategis
Paseban Fly Resort berlokasi sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Sukabumi dan dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan kendaraan menuju kawasan wisata Pondok Halimun melalui Jalan Selabintana.
Lokasinya yang berada di kawasan hutan pegunungan menjadikan resort ini memiliki udara yang dingin dan segar sehingga banyak dipilih sebagai destinasi healing maupun staycation.
Potensi Wisata Alam Sukabumi
Keberadaan Paseban Fly Resort menjadi bagian dari potensi wisata alam Sukabumi yang terus berkembang, terutama dalam konsep wisata berbasis alam dan petualangan.
Dengan konsep glamping dan wisata alam, resort ini tidak hanya menawarkan pengalaman menginap tetapi juga memperkenalkan ekowisata berbasis lingkungan yang memanfaatkan keindahan alam secara berkelanjutan.
Kawasan ini juga menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati ketenangan alam tanpa harus melakukan perjalanan jauh dari pusat kota.
Mendorong Ekonomi Pariwisata Lokal
Sebagai destinasi wisata, keberadaan resort ini turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata dan jasa pendukung lainnya.
Pengembangan wisata alam seperti Paseban Fly Resort dinilai mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat citra Sukabumi sebagai daerah tujuan wisata alam di Jawa Barat.
Feature
Asap Isep Sukabumi, Smoke House Kadudampit yang Tawarkan Sensasi Kuliner Asap dan Konsep Slow Living
Kabupaten Sukabumi – Kabupaten Sukabumi tidak hanya dikenal dengan pesona alamnya yang memukau, tetapi juga mulai berkembang sebagai destinasi wisata kuliner dengan konsep unik. Salah satu tempat yang kini menjadi perbincangan adalah Asap Isep, sebuah smoke house di kawasan Kadudampit yang menghadirkan pengalaman makan berbeda melalui teknik pengasapan tradisional dan filosofi slow living.
Berlokasi di kawasan sejuk kaki Gunung Pangrango, Asap Isep menawarkan lebih dari sekadar sajian makanan. Tempat ini menghadirkan suasana alam terbuka yang tenang, cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan lokal sambil melepas penat dari rutinitas perkotaan.
Mengusung Filosofi Slow Living
Di tengah gaya hidup serba cepat, Asap Isep hadir dengan pendekatan berbeda. Konsep slow living dan slow cooking menjadi identitas utama tempat ini. Setiap menu dimasak dengan proses perlahan menggunakan teknik pengasapan kayu bakar yang membutuhkan waktu cukup lama.
Pengelola Asap Isep menyampaikan bahwa konsep yang mereka usung adalah mengajak pengunjung untuk kembali ke alam dan menikmati momen tanpa tergesa-gesa.
“Pengunjung datang bukan hanya untuk makan, tetapi untuk merasakan suasana dan menikmati prosesnya,” demikian filosofi yang diangkat dalam konsep tempat tersebut.
Dengan latar pepohonan hijau dan udara segar pegunungan, suasana makan menjadi lebih intim dan menenangkan.
Sajian Andalan Smoke House
Sebagai Food lab dengan Dapur terbuka di hutan pangan dengan konsep smoke house, Asap Isep dikenal dengan berbagai menu berbasis teknik pengasapan dan menggunakan bahan lokal. Beberapa menu andalan yang banyak diminati pengunjung antara lain:
- Brisket asap dengan tekstur lembut
- Sop labu asap
- Berbagai salad hutan
Proses pengasapan dilakukan dalam waktu berjam-jam sehingga menghasilkan rasa yang lebih dalam, aroma khas, dan tekstur daging yang empuk.
Selain menu utama, tersedia pula minuman hangat seperti kopi dan teh yang cocok dinikmati dalam suhu sejuk kawasan Kadudampit. Konsep kuliner seperti ini masih tergolong jarang di Sukabumi, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun warga lokal yang ingin mencoba sensasi berbeda.
Suasana Alam yang Menjadi Daya Tarik
Salah satu kekuatan utama Asap Isep terletak pada atmosfernya. Area makan dirancang semi outdoor dengan dominasi material kayu dan sentuhan alami. Pengunjung dapat menikmati pemandangan hijau sambil menyantap hidangan asap.
Fasilitas yang tersedia di kawasan ini meliputi:
- Area makan terbuka dan semi outdoor
- Spot foto dengan latar alam
- Area santai untuk keluarga
- Tempat berkumpul komunitas
- Home Stay
Suasana tersebut menjadikan Asap Isep bukan sekadar restoran, melainkan destinasi wisata kuliner yang menawarkan pengalaman menyeluruh. Tidak jarang tempat ini dipilih sebagai lokasi acara komunitas, makan bersama keluarga besar, hingga pertemuan santai.
Potensi Wisata Kuliner Sukabumi
Kehadiran Asap Isep menjadi bagian dari perkembangan sektor ekonomi kreatif di Sukabumi, khususnya di bidang kuliner. Selama ini, Sukabumi lebih dikenal dengan wisata alam seperti pantai dan pegunungan. Namun, potensi wisata kuliner mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Konsep tematik seperti smoke house dengan pendekatan alami dinilai mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Apalagi lokasinya berada di jalur strategis kawasan Kadudampit yang dikenal berhawa sejuk dan memiliki panorama indah.
Wisata kuliner berbasis pengalaman (experience-based dining) kini menjadi tren. Pengunjung tidak hanya mencari rasa, tetapi juga suasana dan cerita di balik makanan yang disajikan.
Asap Isep menjawab tren tersebut dengan menghadirkan pengalaman makan yang berbeda dari restoran konvensional.
Editorial
Wisata Edukasi Lebah Trigona di Karang Hawu Cisolok, Kolaborasi Desa Dongkrak Ekonomi Warga
SUKABUMI – Inovasi pemberdayaan ekonomi berbasis wisata terus dikembangkan di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Salah satunya melalui Wisata Edukasi Lebah Trigona yang berlokasi di kawasan Karang Hawu, Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Palabuhanratu.
Program ini merupakan kolaborasi antara pengelola lokal bersama Pemerintah Desa Cisolok dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui budidaya madu Trigona sekaligus menghadirkan destinasi wisata edukatif.
Pengelola sekaligus pemberdaya madu Trigona, Kang Nanan, menjelaskan bahwa lebah Trigona memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang besar.

Foto : Highlander — Kang Nanan, pembudidaya lebah trigona, saat memeriksa koloni lebah di lokasi budidayanya.
“Lebah Trigona ini lebah tanpa sengat, tapi manfaatnya besar sekali. Selain membantu penyerbukan tanaman, madunya juga punya nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Wisata Berbasis Edukasi dan Konservasi
Wisata Edukasi Lebah Trigona menawarkan pengalaman belajar langsung kepada pengunjung tentang budidaya lebah tanpa sengat. Pengunjung dapat melihat proses pemeliharaan koloni, cara panen madu, hingga memahami pentingnya peran lebah dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Lebah Trigona dikenal sebagai spesies lebah kecil yang tidak memiliki sengat. Meski demikian, perannya sangat vital dalam proses penyerbukan tanaman.
“Kadang yang kecil dan terlihat sederhana justru punya peran besar. Trigona ini bekerja dari pagi sampai sore, menghasilkan madu sekaligus menjaga lingkungan,” kata Kang Nanan.
Konsep wisata ini mengedepankan edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Foto : Highlander — Bagian dalam sarang lebah trigona yang memperlihatkan struktur koloni dan kantong madu saat proses pemeriksaan budidaya.
Dorong Diversifikasi Wisata Cisolok
Selama ini kawasan Karang Hawu lebih dikenal sebagai destinasi wisata pantai. Kehadiran Wisata Edukasi Lebah Trigona diharapkan menjadi alternatif destinasi baru berbasis edukasi dan ekonomi kreatif.
Pemerintah Desa Cisolok mendukung penuh pengembangan wisata tersebut karena dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi warga, mulai dari penjualan madu, produk turunan, hingga jasa wisata edukasi.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, sektor UMKM lokal juga berpotensi ikut terdongkrak.
Fakta Singkat Lebah Trigona
- Tidak memiliki sengat, sehingga relatif aman untuk dibudidayakan.
- Berperan penting dalam penyerbukan tanaman dan menjaga keseimbangan ekosistem.
- Menghasilkan madu Trigona dengan rasa khas cenderung asam-manis.
- Madu Trigona dipercaya memiliki kandungan antioksidan dan antibakteri alami.
- Cocok dikembangkan sebagai usaha skala rumah tangga berbasis desa.
- Termasuk jenis lebah dari kelompok stingless bee yang banyak dibudidayakan di daerah tropis.
Peluang Ekonomi Berkelanjutan
Budidaya lebah Trigona dinilai memiliki prospek jangka panjang karena ramah lingkungan dan memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, tren gaya hidup sehat mendorong meningkatnya permintaan madu alami di pasaran.
Dengan konsep wisata edukasi yang terintegrasi dengan pemberdayaan desa, Wisata Edukasi Lebah Trigona di Karang Hawu berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi desa berbasis konservasi di Kabupaten Sukabumi.
-
Hukum6 days agoDeadlock, Gugatan Wakaf Wali Kota Sukabumi Masuk Tahap Pembacaan Gugatan
-
Editorial2 weeks agoRamadan 1447 H Jadi Momentum Perubahan Kolektif, Bukan Sekadar Ibadah Personal
-
Headline3 weeks agoMomentum HPN 2026, Polres Sukabumi Kota dan PWI Pererat Kolaborasi
-
Laporan Khusus3 weeks agoMulai 2026, Penulisan Tempat di Akta Wajib Cantumkan Kabupaten atau Kota
-
Editorial1 week agoCurug Luhur Sukabumi, Surga Tersembunyi di Cireunghas yang Menawan Namun Minim Fasilitas
-
Editorial1 week agoPotensi Nira dan Gula Aren Desa Gedepangrango Kadudampit Sukabumi Jadi Kekuatan Ekonomi Lokal Berbasis Kearifan Tradisional
-
Editorial7 days agoWisata Edukasi Lebah Trigona di Karang Hawu Cisolok, Kolaborasi Desa Dongkrak Ekonomi Warga
-
Headline3 weeks agoBupati Sukabumi Resmikan Masjid Jami Al-Walidain di Padabeunghar Jampang Tengah
