Pariwisata
Teras Alam Riverside Hadir di Sukabumi, Babah Alun dan RIAP Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga
PASUNDANUPDATE.COM, SUKABUMI – Kota Sukabumi kembali memiliki destinasi wisata alam baru. Teras Alam Riverside yang berlokasi di Jalan Sejahtera, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, resmi dibuka untuk umum, Sabtu (5/9/2026).
Mengusung konsep ruang terbuka hijau, Teras Alam Riverside menawarkan berbagai fasilitas rekreasi yang dapat dinikmati masyarakat, mulai dari glamping, wahana air tubing, outbound hingga training center.
Kehadiran destinasi wisata baru tersebut diharapkan tidak hanya menambah pilihan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga di sekitar kawasan.
Owner Teras Alam Riverside, Tan Wijaya, mengatakan kawasan tersebut disiapkan untuk berbagai kegiatan, baik rekreasi keluarga maupun aktivitas komunitas dan lembaga.
“Fasilitas kami dapat digunakan untuk acara pernikahan, outbound, hingga pembentukan karakter. Kami juga memberdayakan warga RT, RW, dan UMKM sekitar,” ujar Tan Wijaya.
Ia mengatakan keterlibatan masyarakat sekitar menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kawasan wisata tersebut.
Dengan semakin banyaknya aktivitas dan kunjungan wisatawan, diharapkan masyarakat lokal dapat memperoleh peluang usaha maupun lapangan pekerjaan.
Jusuf Hamka Dorong Peran Swasta
Pembukaan Teras Alam Riverside turut dihadiri pengusaha nasional Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun.
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Hamka menekankan pentingnya peran swasta dalam ikut membangun daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Di kala pemerintah belum terjangkau, kita yang mampu sebagai swasta wajib mengisi, karena negeri ini negeri kita. Di mana bumi dipijak, di situ langit harus dijunjung,” kata Jusuf Hamka.
Ia juga mendorong para pengusaha agar tidak berjalan sendiri, tetapi melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM di lingkungan sekitar.
“Kalau kamu mau memberikan makan kepada orang, kamu harus pakai UMKM, jangan masak sendiri. Pemberdayaan UMKM setempat ini langkah yang sangat tepat,” tegasnya.
Menurut Jusuf Hamka, pengusaha memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar.
Ia bahkan mengibaratkan hubungan tersebut sebagai “pagar mangkok”, yakni kepedulian dan kebersamaan yang dapat memperkuat hubungan antara dunia usaha dengan masyarakat.
“Kalian teman-teman pengusaha, tolonglah berinteraksi dan peduli. Kita tidak perlu pagar tembok yang tinggi-tinggi, tapi pagar mangkok yang penuh isi,” imbuhnya.
RIAP Apresiasi Kehadiran Wisata Baru
Sementara itu, Founder Rumah Inspirasi (RIAP), Dadang Kuswandi, mengapresiasi hadirnya Teras Alam Riverside sebagai destinasi wisata baru di Kota Sukabumi.
Menurut Dadang, munculnya destinasi wisata baru merupakan peluang positif bagi daerah, terutama apabila keberadaannya mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.
“Kami sangat mengapresiasi munculnya wisata baru seperti Teras Alam Riverside ini. Semoga bisa memfasilitasi warga sekitar untuk meningkatkan ekonomi dan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di sekitar,” ujar Dadang.
Ia berharap pengelola dapat terus membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut berpartisipasi dalam aktivitas di kawasan wisata.
Menurutnya, warga sekitar jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus mendapatkan kesempatan untuk mengambil bagian dalam perkembangan destinasi tersebut.
“Potensi SDM di sekitar harus bisa dimanfaatkan. Mulai dari UMKM, tenaga operasional, jasa, sampai kegiatan kreatif. Dengan begitu, keberadaan wisata ini bisa memberikan efek ekonomi yang lebih luas,” katanya.
Dadang menilai sektor pariwisata memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.
Ketika wisatawan datang, peluang usaha bagi pedagang, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi maupun masyarakat yang menawarkan produk lokal juga ikut terbuka.
“Jadi multiplier effect-nya harus terasa. Wisatawan datang, UMKM tumbuh, tenaga kerja lokal terserap dan masyarakat sekitar mendapatkan tambahan penghasilan. Kalau itu bisa diwujudkan, keberadaan wisata baru tentu sangat positif bagi Kota Sukabumi,” tuturnya.
-
Hukum5 months agoSidang ke-5 Gugatan Wakaf, Aktivis Tegaskan Ada “Penyelundupan Hukum” dalam Kerja Sama Pemkot Sukabumi–YPPDB
-
Opini4 weeks agoMusda MUI Sukabumi Berujung Gugatan, Soroti Pembubaran Tim Formatur
-
Echo Chamber2 months agoSutardi Keluar dari PDM Kota Sukabumi
-
Hukum7 months agoDeadlock, Gugatan Wakaf Wali Kota Sukabumi Masuk Tahap Pembacaan Gugatan
-
Uncategorized5 months ago“Menunggu di Jalan, Melawan di Waktu Luang: Suara Perlawanan Pengemudi Online dari Sukabumi”
-
Feature7 months agoAsap Isep Sukabumi, Smoke House Kadudampit yang Tawarkan Sensasi Kuliner Asap dan Konsep Slow Living
-
Editorial7 months agoRamadan 1447 H Jadi Momentum Perubahan Kolektif, Bukan Sekadar Ibadah Personal
-
Echo Chamber4 months agoKUMARA LEMAH KARUHUN: Menjawab Seruan Gubernur Jabar, Seni Pertunjukan Jadi Sekolah Karakter dan Kecerdasan Majemuk Generasi Muda