Opini

Hari Damai Aceh Diwarnai Kericuhan, Surya Darma: Jadi Alarm bagi Pemerintah

Published

on

PASUNDANUPDATE.COM, – Peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Kota Banda Aceh diwarnai kericuhan. Meski demikian, peristiwa tersebut dinilai tidak boleh menghapus capaian perdamaian yang telah dibangun sejak Kesepakatan Helsinki 2005.

Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Jakarta sekaligus Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Dr. Ir. Surya Darma, MBA, menilai insiden itu menjadi pengingat bahwa masih ada aspirasi masyarakat yang perlu direspons lebih baik.

“Kericuhan yang terjadi tidak boleh mengerdilkan capaian perdamaian Aceh. Namun, ini harus menjadi alarm bahwa masih ada aspirasi, kekecewaan, atau persoalan komunikasi publik yang belum sepenuhnya terserap oleh pemerintah,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Menurut Surya Darma, perdamaian tidak cukup dimaknai sebagai berakhirnya konflik bersenjata. Perdamaian harus menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan, dan ruang dialog yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia mendorong Pemerintah Aceh menyikapi situasi dengan kepala dingin serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat, terutama terkait kesejahteraan dan pemenuhan komitmen perdamaian.

“Pemerintah perlu menyikapi setiap dinamika dengan kepala dingin dan membuka komunikasi yang lebih substantif dengan masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia menilai percepatan pemenuhan hak mantan kombatan, korban konflik, dan masyarakat terdampak menjadi bagian penting agar proses reintegrasi benar-benar tuntas.

Surya Darma juga mengingatkan masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara damai. Menurutnya, kebebasan berpendapat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga ketertiban dan simbol-simbol perdamaian.

“Kericuhan hanya akan merugikan citra Aceh yang sedang berbenah. Yang paling penting adalah memperkuat ruang dialog antara pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, dan elemen sipil,” tegasnya.

Ia berharap HDA ke-21 menjadi momentum evaluasi bersama sekaligus penguat komitmen seluruh pihak untuk menjaga perdamaian Aceh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Favorit

Exit mobile version